24 Mei 2018

Analisis Kualitas Layanan TI dengan Menggunakan Framework ITIL V.3







Analisis Kualitas Layanan Teknologi Informasi dengan Menggunakan Framework Information Technology Infrastructure Library V.3 (ITIL V.3)

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi teknologi telah mengubah cara dan pola pikir serta aktivitas organisasi, industri, bahkan pemerintahan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhanorganisasi akan keberadaan teknologi informasi untuk dapat mencapai tujuan strategis dan proses bisnis organisasi menjadi salah satu faktor pendorong pentingnya teknologi informasi.
Ketergantungan ini menyebabkan tumbuhnya kebutuhan akan layanan teknologi informasi berkualitas tinggi yang dapat mengikuti kebutuhan organisasi serta user. Sistem baru atau modifikasi sistem yang dilakukan berpengaruh terhadap suatu pelayanan pelanggan. Sistem yang belum dikenal dikhawatirkan dapat menghambat kerja para user/pegawai untuk melayani pelanggan. Perubahan atas sistem baru atau modifikasi dinilai dapat mempengaruhi manajemen di dalamnya. Hal ini dikarenakan layanan TI tidak hanya melibatkan teknologi saja, melainkan melibatkan proses yang ada didalamnya serta user atau pengguna.

Sebagai perusahaan dalam bidang telekomunikasi, PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom, Tbk), teknologi informasi memiliki peran yang sangat penting. Begitu pula dengan perkembangan sistem pelayanan terhadap keluhan maupun info produk yang telah dipusatkan pada suatu sistem tertentu yang akan mencatat dan menanggapi keluhan dari pelanggan. Meskipun memiliki beberapa sarana untuk menampung semua keluhan pelanggan di Indonesia, namun dalam kenyataannya masih banyak keluhan pelanggan yang belum dapat terselesaikan dengan baik yang perlu diperhatikan. Teknologi informasi memiliki hubungan dengan pelanggan/ konsumen pada sebuah perusahaan. Oleh karena itu, pengadaan terhadap layanan TI tidak hanya fokus terhadap teknologi saja, melainkan juga harus memperhatikan kualitas layanan dan hubungan dengan konsumen.

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI) [3]. ITIL versi 3. memiliki lima domain, yaitu :
1.       Service Strategy, memberikan panduan implementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsipprinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
2.      Service Design, memberi panduan kepada organisasi TI secara sistematis dan best practice mendesain serta membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode desain untuk mengkonversi tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya. Ruang lingkup Service Design tidak hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
3.      Service Transition, menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
4.      Service Operation, merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah dijanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaimana menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
5.      Continual Service Improvement, berisi panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas.

Sistem informasi pada Plasa Telkom (Costumer Service Area) dalam perkembangannya bertujuan dapat mempermudah pengolahan data maupun dalam hal melayani konsumen dari SISKA menjadi I-SISKA, yaitu sistem yang dirancang untuk dapat mengintegrasikan data pelanggan, history data layanan, dan yang sebelumnya terdistibrusi pada setiap wilayah menjadi tersentralisasi. Pada saat pergantian sistem terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sistem baru dapat di-release dan dioperasikan sesuai dengan harapan. Perusahaan telah memiliki tata kelola perencanaan pergantian sistem baru, dimulai dari surat edaran sampai penyusunan rencana aktivitas (activity plan). Penelitian tentang analisis terhadap layanan teknologi informasi pada CSA Telkom Salatiga dengan menggunakan framework ITIL domain service transition. Hal ini untuk mengetahui peran serta kualitas layanan teknologi informasi pada sistem informasi pelayanan pelanggan (I-SISKA) yang ada pada CSA Salatiga jika dilihat dari service transition ITIL V.3 yaitu pada saat perencanaan implementasi I-SISKA dari sistem sebelumnya yaitu SISKA


sumber 

http://ftiuksw.org/ejournal/assets/pdf/53b3fe81dc2f902959655fec09c0876d.pdf

Load disqus comments

0 komentar