Konsep Dasar Kontrol dan Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi berbasis kendali merupakan suatu sistem yang mencegah, mendeteksi atau memperbaiki kejadian yang tidak dibenarkan (unlawfulevents) seperti: unautorized (tidak nyambung), innacurrete(kurang baik), incomplete(tidak komplet/tidak sesuai), redundant(mubazir), ineffective, ineffeicient event.tujuanya yaitu untuk mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi dari kejadian yang dibenarkan.
Berdasarkan standar manajemen yang dikeluarkan oleh Internasional Standar Organization (ISO) yaitu ISO 9001-2000, penilaian kondisi sistem mutu mempunyai 4 skala yaitu:
·
P (Poor) yaitu sistem mutu praktis
belum terbentuk. Disarankan untuk meninjau ulang keseluruhan proses.
·
W (Weak) yaitu masih banyak elemen
sistem manajemen mutu yang tidak sesuai standar.
·
F (Fair) yaitu beberapa elemen
sistem telah sesuai standar tetapi masih ada yang belum sesuai bahkan tidak ada
sama sekali.
·
S (Strong) yaitu Sebagian besar
persyaratan ISO 9001-2000 telah dapat dipenuhi oleh sistem.
B. Prinsip – prinsip Dasar Proses
Audit SI
- Audit
dititik beratkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.
- Prasyarat
Penilaian terhadap kegiatan objek audit.
- Pengungkapan
dalam laporan adanya temuan-temuan yang bersifat positif.
- Identifikasi
individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang
terjadi.
- Penentuan
tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
- Pelanggaran
hukum.
- Penyelidikan
dan pencegahan kecurangan.
C. Standar dan Panduan Audit SI
Panduan yang dipergunakan dalam
Audit Sistem Informasi di Indonesia adalah Standar Atestasi, dan aturan-aturan
yang dikeluarkan oleh organisasi profesi akuntansi (IAI di Indonesia, AICPA di
USA, atau CICA untuk Kanada), maupun yang lebih khusus lagi, yaitu dari ISACA
atau IIA. Model referensi sistem pengendalian intern (internal controls
model/framework) lazimnya adalah COBIT. Audit objectives dalam audit terhadap
IT governance (menurut COBIT adalah:
effectiveness, confidentiality, data integrity, availability, efficiency, dan
realibility). Karena yang diperiksa adalah tata-kelola Teknologi Informasi (IT
governance), maka yang diperiksa antara lain adalah Teknologi Informasi itu
sendiri. Karena itu istilah audit arround the computer dan audit through the
computer tidak relevan lagi di sini.
Standar Audit SI ada 3, yaitu :
- ISACA
- COBIT
- ISO
1799
Septian Adityo Sukma
16116924
4KA03
Sumber :


0 komentar